Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

22 Maret 2015

Titik Jalan Cibaluk-Miramare, Diduga Anggarannya di Korupsi








KAB. GARUT-GARSEL, WIP.
Jalan  provinsi yang menghubungkan antara Garut Selatan dengan Kab. Pangandaran, tepatnya di Desa Ci Baluk sampai dengan Desa Miramare,  Kec. Cibalong, Kab. Garut sepanjang  ± 5 km terlihat rusak berat. Hal  ini di ketahui saat WIP melakukan investigasi menindak lanjuti informasi masyarakat tentang keberadaan jalan yang rusak tersebut di atas ternyata keadaan sangat parah  banyak lubang-lubang besar di sepanjang jalan tersebut dengan diamter antara 10cm-20 cm. Sementara jalan sebelum dan sesudahnya telah dihotmik. Jadi jalan yang rusak tersebut berada ditengah-tengah diantara jalan yang dihotmik.
Di sepanjang jalan yang rusak di sekelilingnya  perkebunan karet milik BUMN, banyak lalu lalang kendaraan  yang melintasi  jalan tersebut. Oleh karena itu, para pejabat khususnya  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat diharuskan untuk meninjau langsung kelapangan melihat dan mendengar keluhan  masyarakat, padahal anggaran untuk  perawatan jalan  tersebut sudah menjadi tanggung jawab PU Bina Marga provinsi jawa barat, akan tetapi kenyataan jalan yang rusak sepertinya tidak tersentuh oleh APBD provinsi. Wajar kalau masyarakat mempertanyakan di kemanakan anggaran untuk pemeliharaan jalan tersebut?   
Dinas PU Bina Marga Jangan menutup mata dan telinga terhadap jalan yang rusak tersebut di atas termasuk intansi yang  terkait sebab kalau di biarkan, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan menuding terjadinya korupsi, selain itu, kerusakan jalan juga menimbulkan kecelakaan dan menjadi hambatan kelancaran perekoniomian.      
Masyarakat terutama karyawan PTPN VIII Miramare minta kepada pemerintah untuk segera di perbaiki keberadaan jalan yang rusak karena menjadi urat nadi transfortasi perekonomian, selain menjadi kebutuhan masyarakat setempat  juga keberadaan tersebut menjadi penunjang akses wisata dan merupakan jalan alternatif ke Kabupaten Pangandaran. **Tim red      

Tidak ada komentar: