Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

2 Februari 2012

Dana Pemeliharaan Situ Karang Panimbal Kota Banjar Jabar, Tahun Anggaran 2010 Sebesar Rp. 600 Juta Raib Bagaikan Bak Ditelan Bumi



JABAR, WIP
Salah satu obyek Wisata di Kota Banjar ialah Situ Mustika yang letaknya di Karang Panimbal keadaannya perlu pemeliharaan yang serius hal ini terkait dengan kurangnya peminat yang berkunjung ke Areal wisata tersebut, adalah satu paktornya keberadaa situ  yang tidak punyadaya  tarik pengunjung akibat  dari kurangnya pasilitas dan pemeliharaan.
Tahun 2010 Direktorat Jendral Sumber Daya Air Proipinsi Jawa Barat Satker Balai Besar Wilayah Sungai Citandui mengalokasikan dana sebesar Rp 600.000.000 untuk pemeliharaan situ Karang Panimbal Banjar (Berdasarkan keteranagan dari berbagai pihak, Situ Karang Panimbal adalah merupakan Situ Mustika) menurut, keterangan dari beberapa sumber Situ Mustika sejak Tahun 2007 sampai sekarang dilokasi tidak pernah lagi ada kegitan proyek, hal ini terlihat dari salah satu bukti jembatan gantung yang ada di areal Situ Mustika dibiarkan Rusak berat dan rawan kecelakaan padahal jembatan gantung tersebut masih dipakai masyarakat.ujarnya.
Secara geograpis Situ Mustika berada di areal lahan Perhutani KPH Ciamis namun masuk kedalam wilayah Kota Banjar maka dalam pemeliharaanpun semestinya dilakukan bersama. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Sumber Daya Air Jawa Barat  Satker Balai Besar Wilayah Sungai Citandui.Dalam tahun anggaran 2010 telah mengalokasikan dana bantuan untuk pemeliharaan Situ tersebut namun berdasarkan temuan dilokasai dan keterangan dari berbagai pihak “Sejak Saya Masuk Kesini tahun 2007 sampai sekarang tidak ada kegiatan “kata salah seorang petugas  Karsum dari  dinas perhutani Ciamis menjelaskan Kepada WIP,bahkan ia mengatakan bagaimana kami bisa menawarkan situ kepada masyarakat karena didalamnya tidak ada yang mesti dijual sedangkan kami dituntuntut PAD sebesar Rp 45.000.000,-/tahun,katanya.
Karsum Sutoyo S.T. selaku OP SDA  BBWS CITANDUI beberapa kali di minta tanggapan oleh WIP sering tidak ada ditempat bahkan sering menghindar dengan alasan tidak jelas, lain halnya dengan Perhutani Ciamis, Kabag Humas Andri saat dikonfirmasi tentang masalah ini, “Ia mengatakan, Kami tidak Tau kalau ada bantuan untuk Situ Mustika sebesar itu  coba ditanyakan ke Pemerintahan Banjar???...“Katanya.
Kabag Humas Kota Banjar H Ruswa saat dihubungi tidak ada ditempat namum melalui  SMS nya mempersilahkan kami datang ke Dishub Bag Wisata dan Budaya. Sama halnya dengan jawaban dari Perhutani salah satu staf di Bag Wisata Budaya Dishub Banjar pun tidak mengetahui adanya bantuan untuk pemeliharaan Situ Mustika namun diperoleh keterangan yang di ucapkan oleh salah satu staf Bag Wisata dan Budaya bahwa tahun 2009 APBD Banjar telah mengelontorkan dana sebesar 900.000.000 juta untuk biaya pemeliharaan, penjelasan dari dua lembaga tersebut jelas menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan kemanakah dana sebesar itu larinya jangan-jangan raib ditelan tuan-tuan koruptor, Wah... perlu segera di tindak lanjut... nich, . . .seiring dengan program pemerintah dalam pemberantasan, hancurkan korupsi. .*Yoen/Den

Tidak ada komentar: