Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

2 Februari 2012

Dinas PU Sumedang,Proyek Pembangunan Jalan Polumeunya Banyak Dipaling


SUMEDANG, WIP
Baik buruknya suatu pekerjan tergantung dari sisitem perencanaan, jika sistem perencanaan buruk maka hasilnyapun akan buruk pula, seperti yang terjadi di Kabupaten Sumedang dalam hal pelaksaan proyek pembangunan Dinas PU, sejak awal sudah terlihat buruknya system perencanaan, dari mulai penyusunan anggaran, pengalokasian anggaran, serta pemilihan rekanan pelaksanaan proyek, semuanya dijalankan secara tidak matang sehingga hasilnyapun berujung pada kehancuran, sebab pelaksanaan proyek pembangunan dengan system perencanaan yang buruk ini terkesan dipaksakan yang penting di akhir tahun 2011 ini dana terserap dan pekerjaan selesai tanpa menghiraukan kwalitas dari pekerjaan tersebut.
Hasil dari investigasi WIP dilapangan ditemukan beberapa paket pekerjaaan PU yang dilakasanakan oleh rekanan yang kwalitasnya jauh di bawah standar, sehingga kekuatannyapun paling kuat bisa diperkirakan hanya satu bulan bahkan ada yang baru satu minggu PHO pekerjaan tersebut sudah banyak yang rusak, diantaranya sebagai sample ada 7 paket yang jelas kwalitasnya amburadul pertama perbaikan jalan Simpang-Cibuntu, kedua perbaikan jalan Pawenang, ketiga perbaiakan jalan Cibugel, keempat perbaikan jalan kamal-Jingkang, kelima perbaikan jalan Sumedang-Baginda, ke enam Perbaikan jalan Sumedang Citengah dan yang ke tujuh perbaikan jalan Cimalaka-Tanjungkerta belum lagi ditambah paket-paket lain yang mungkin ada yang lebih buruk lagi.
       Mensikapi hasil yang demikian rata-rata buruk dalam kualitas pekerjaannya,beberapa pengusaha saat ditemui yang identitasnya minta disembunyikan menyangkal bila hasil pekerjaan yang buruk itu dipojokan tehadap kinerjanya dengan kata lain mereka tidak mau dijadikan kambing hitam oleh pemerintah, sebab menurut mereka baik buruknya mutu pekerjaan tersebut tregantung dari dana yang cukup, masih menurutnya,” sedangkan sekarang dana yang kami terima dari pemerintah tersebut banyak potong sana potong sininya  dalam arti habis oleh perjalanan untuk pendapatkan paket pekerjaan itu,” ujarnya.
        Hal senada juga diakui oleh pengusaha lain yang minta tidak disebut identitasnya mengatakan, “dengan hasil pekerjaan tersebut bukan berarti kami akan mengabaikan kewajiban tapi kami lakukan hanya untuk mengejar target waktu saja dan seandainya nanti ada yang rusak yang memang pada waktu pelaksanaan tidak maksimal kami masih punya dana untuk pemeliharaan dalam arti kami siap untuk memperbaiki pekerjaan yang rusak,” paparnya
        Menanggapi hasil pekerjaan para rekanan tersebut, Kabid Bina marga Odang saat ditemui menjelaskan, bahwa pihaknya memang sudah menerima laporan bahkan langsung meninjau ke lapangan untuk membuktikan hasil dari pekerjaan para rekanan tersebut,” sejauh ini kami telah melakukan upaya sesuai dengan prosedur yang harus kami tempuh baik dari awal maupun akhir pekerjaan, dan untuk rekanan yang memang pekerjaanya kurang baik kami telah memanggil mereka untuk meminta pertanggungjawababnya, dan mengingat sekarang cuaca kurang mendukung jadi langkah untuk pemeliharaan kami targetkan bulan maret mendatang sudah mulai dikerjakan,” terangnya. *EDY MS

Tidak ada komentar: