Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

18 Desember 2010

PROYEK PEKERJAAN BBWSCC CIREBON



Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Cirebon, mengadakan Pelatihan Sosialisasi dan Kehumasan, dibidang Pengolahaan Sumber Daya Air, yang mengambil tempat di Hotel Zamrud, pada Rabu (08/09/2009)

Acara tersebut, yang dihadiri dari berbagai wartawan baik Media Harian maupun Mingguan dan Lsm, beserta para Pejabat di Lingkunagn BBWSCC Cirebon, tujuan Sosialisasi tersebut, untuk meningkatkan kerjasama di bidang kehumasan BBWS dengan wartawan dan Masyarakat

Diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) Cirebon, Prijo Sambodo, ketika berbicara pada acara pelatihan sosialisasi dan kehumasan BBWSCC di Hotel Zamrud, Kota Cirebon

Sekitar 13 miliar meter kubik (m3) air yang berasal dari Waduk Sungai Cimanuk Cisanggarung mengalir percuma ke laut tanpa bisa dimanfaatkan optimal untuk kepentingan masyarakat terutama untuk lahan pertanian di area yang dilalui

Untuk mencegah hilang percumanya miliaran kubik air itu, makan ke depan dibuat waduk guna menampung debit air, selanjutnnya akan digunakan untuk kepentingan ratusan ribu hektar lahan pertanian yang lokasinya dilewati aliran sungai Cimanuk Cisanggarung

“Pembangunan waduk jatigede di Majalengka diharapkan akan mampu menampung sekitar 1 miliar kubik air. Sisanya sekitar 12 miliar akan dilakukan dengan membuat sejumlah titik embung atau penampungan air,” tandasnya

Sementara itu disinggung tentang dampak yang ditimbulkan menyusul gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, menurut Prijo, sejauh ini tidak berdampak secara signifikan. Tak dipungkiri, kerusakan memang ada tapi sifatnya masih pada taraf normal, diantaranya hanua retak-retak saja

Sebaliknya, ungkap Prijo, akibat gempa kemarin justru berimbas positif terhadap keberadaan Waduk Darma di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, sebelum gempa tingkat kebocaran air di waduk itu mencapai 52 meter perdetik, tapi setelah gempa menurun menjadi 22,1 meter perdetik

“Retak-retak yang sebelumnya memang sudah ada kemungkinan merapat karena terjadi getaran, sehingga debit yang hilang itupun berkurang, ini jelas dampak atau sisi baik dari gempa kemarin,” pungkasnya

Tidak ada komentar: