Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

23 Desember 2014

Keluarga Besar Minang Sakato Kab Sumedang, Menolak Keras Minuman Penyebab Pencabut Nyawa Beredar






KAB. SUMEDANG, WiP.

Ketua Perkumpulan Keluarga Besar Minang Sakato Kabupaten Sumedang,Saman melalui sekertaris H. Palis dan bendahara Muvendar Amjal Koto menyatakan prihatin dan kejadian yang luar biasa,dengan demikian secara tegas melarang keras adanya lagi miras oplosan dan gingseng di Kabupaten Sumedang beredar di masyarakat.

Keluarga besar minang sakato,meminta kepada Bupati Sumedang dan aparat kepolisian dapat menindak tegas dan membumi hanguskan minuman yang mematikan tersebut.Beredarnya minuman yang menjadi penyebab hilangnya nyawa seseorang dapat diduga keras ada perlindungan dari oknum kepolisian,demikian sumber mengatakan kepada wartawan. 

Kab Sumedang berharap bersih dari miras,namun pada kenyataannya beredar pula di beberapa Karoke dengan cara pesan lewat HP,hal ini dapat dihentikan kalau pemerintah daerah, MUI, Alim ulama, ormas, LSM, Wartawan, kepolisian, pemuda, tokoh masyarakat dan para elit politik bersatu mengubur dalam dalam. 

Kasus keracunan minuman keras oplosan sepekan terakhir terus bertambah. Banyaknya korban membuat pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan status kejadian luar biasa. Sejauh ini tercatat setidaknya korban tewas di berbagai kota telah mencapai 36 orang dan kemungkinan masih bertambah.

Selama lima hari terakhir, lebih dari seratus orang warga Sumedang Jawa Barat mengalami keracunan minuman keras oplosan. Bupati Sumedang Ade Irawan menjenguk para pasien di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit, RSUD Sumedang dan menetapkan kejadian keracunan minuman keras oplosan di Sumedang ini sebagai kejadian luar biasa.

Terlebih, ada pula anak yang menjadi korban minuman keras yang dicecoki ke korban melalui minuman kemasan. Saat ini Bupati Sumedang tengah mempertimbangkan membebaskan biaya perawatan bagi para korban keracunan minuman keras oplosan. *

Tidak ada komentar: