Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

9 Desember 2011

Program Rehabilitasi Sekolah Dari Dana APBN-P TA 2011 Rawan Pungutan, Ini Terjadi Di Kab Kuningan Jawa Barat.


KUNUNGAN,WIP
Ditengah upaya pemerintah pusat,dalam hal pemberantasan korupsi secara besar-besaran perlu didukung oleh semua pihak. Saat sekarang ini masyarakat luas menggantungkan kepada lembaga KPK untuk membabat habis para koruptor dan mengembalikan uang negara yang sudah dirampas,masalahnya masyarakat luas demikian tidak percayanya kepada lembaga kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.
Dalam kepemimpinan Ketua KPK yang baru terpilih Abraham Ahmad diharapkan dalam waktu satu tahun mampu membongkar para pejabat yang korup,baik di pusat maupun di daerah.
Demikian ngebeludag program pusat dan propinsi juga kota/kab digulirkan kepada setiap SKPD/Dinas dan lembaga lainnya yang perlu diawasi secara ketat, Contoh, Anggaran untuk dunia pendidikan begitu besar dananya dikucurkan kepada setiap kab/kota melalui berbagai program, mulai dari sarana dan prasarana, fisik maupun non fisik.
Tahun 2011 ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan & Kebudayaan, meluncurkan program terbarunya yaitu APBN-P untuk Rehabilitasi Gedung Sekolah yang sudah rusak dan pembangunan Ruang Kelas Baru, paling tidak setiap sekolah mendapatkan jatah 3(Tiga Lokal) rehab dan pembangunan ruang kelas baru dengan sistem dikerjakan secara swakelola.
Mempelajari petunjuk tehknis terkait Program APBN-P tersebut, mestinya bisa berjalan mulus dan tanpa ada pihak Tikus Tikus Intelek yang menggerogoti anggaran tersebut. Namun dalam inplementasi dilapangan diketahui pihak Dinas Pendidikan, melalui K3S, Koordintor dan para UPTD mengkondisikan dana dari para Kepala Sekolah dengan berbagai alasan hingga jutaan rupiah, ini terjadi di Kab. Kuningan Jawa Barat dan pastinya terjadi pula di Kab/Kota lainnya.
Bagaimana Kepala Dinas pendidikan terkaitnya mensikapi permasalahan ini..?, akankah mereka bersikap tegas, atau malah sebaliknya ikut merewong, kita simak dalam pemberitaan selanjutnya.*Red       

Tidak ada komentar: