Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

17 Januari 2013


KAB. MAJALENGKA, WIP
Rehabilitasi sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2012 dalam pelaksanaannya mengikuti petunjuk dari RAB. Selain untuk merehabilitasi Ruang Kelas, dana tersebut untuk pengadaan mebeulair, diantaranya kursi dan meja bagi siswa (anggaran 5 juta / lokal).
Akan tetapi pada kenyataanya, masih banyak sekolah dalam penggunaan DAK tidak sesuai dengan aturan. Seperti yang trjadi di SDN Sumberkulon I, Kecamatan Jatitujuh. Pantauan WIP dilapangan, Sabtu (1/12) terlihat untuk kerangka atas memakai baja ringan. Sementara untuk pemakaian plafound di bagian belakang bangunan belum dipasang.
Ketika WIP mengkonfirmasi Kepsek SDN Sumberkulon I, Didi S., ia menjelaskan bahwa telah ada monitoring dari pihak BMCK Kabupaten Majalengka, dengan pernyataan bahwa kegiatan rehabilitasi Ruang kelas telah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Adapun dalam pengadaan mebeulair, Didi mengatakan bahwa sekolah telah memesan dan memberi DP kepada pengusaha mebeulair di daerah Tomo, Sumedang.
“Ketika saya mendatanginya, saya tidak bertemu dengan pemiliknya, hanya ditemui oleh keryawannya dengan menjelaskan mengingat banyaknya pesanan, pesanan SDN Sumberkulon I belum dibuatkan.” Dengan hal tersebut kami langsung menghubungi via telepon selular kepada pemilik perusahaan tersebut yang Pada waktu dihubungi berada di Bekasi. Dengan menyatakan untuk mengambil uang muka, dan saya langsung memesan ke pihak lain dengan kesanggupan pengadaan dalam kurun waktu 1 minggu.” Jelasnya.
Dalam hal pengadaan mebeulair, Kepala Sekolah menambahkan bahwa sebenarnya sekolah kami untuk kursi dan meja siswa sudah cukup dan boleh di cek di gudang juga cukup bayak dan layak pakai.
Setelah 1 Minggu, kami (WIP) kembali mendatangi SDN Sumberkulon I, dan bertemu dengan Kepala Sekolah (Didi S.), sesuai dengan yang dijanjikan Kepala Sekolah pada saat WIP mengkonfirmasi masalah pengadaan mebeulair, masih juga belum terlealisasi. Hal ini jelas tidak sesuai dengan program yang telah direncanakan. *ding/Kabiro

Tidak ada komentar: