Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

8 Januari 2012

Masyarakat DiTiga Desa Kecewa, Atas Hasil Pekerjaan Pemborong


SUMEDANG, WIP
Barangkali untung rugi bagi  pemborong sudah bukan barang baru , apalagi dengan mendapatkan proyek tersebut dengan bermain sabun otomatis kwalitas pasti amburadul.

Seperti  yang terjadi di wilayah Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal kea rah Desa Cikareo Utara melalui Desa Mulyajaya, terpampang papan proyek pembangunan ruas jalan Pawenang –Cikareo dengan panjang sekitar 2450 Meter dengan nilai proyek sekitar 590 jutaan (itu setelah Damping 22% dari nilai pagu 750 juta)  kegiatan tersebut dari program DPID (Dana Pembangunan Infrastruktur Daerah).

Pembangunan jalan tersebut melenceng dari SPK yang telah ditentukan padahal dalam Klausul menerangkan “bila mana setelah perusahaan menerima SPK, terhitung dalam waktu tujuh hari dari tanggal mulai SPK keluar tidak ada aktivitas (eksen) maka kontrak akan dibatalkan.

Kenyataan di lapangan SPK tertera dalam papan proyek 15 September sampai dengan 10 Desember ternyata pelaksanaan baru dimulai sekitar mnggu ketiga November 2011 itupun sering tersendat-sendat pelaksanaanya. Hasil WIP komfirmasi dilapangan bahwa dari mulai Pawenang pembuatan gorong-gorong tidak dilaksanakan hanya loneng saja yang dikerjakan sementara gorong-gorong masih yang lama termasuk matrial split tidak memakai dari Cimalaka.

Selanjutnya pekerjaan gorong-gorong seharusnya ada lima titik sementara yang dikerjakan Cuma satu termasuk bak control tidak dibuat, sehingga kalau ada CCO kemana larinya anggaran ? juga pekerjaan di STA 300 samapai 400 tidak diselesaikan.
Menurut H. Baba selaku tokoh masyarakat Dusun Cimalela desa Mulyajaya Kecamatan Wado dengan kesal menerangkan kepada WIP,”  ini pekerjaan sepertinya asal jadi apalagi bila hujan besar turun air dari jalan yang melalui gorong-gorong itu langsung melalui sawah saya akibatnya sawah saya jadi rusak, akibat tidak dibuatnya bak control, juga bekas adukan diatas jalan tidak dibereskan ditinggal begitu saja padahal pekerjaan jalan itu baru semingguan lebih tapi hasilnya di STA 400 ada dua titik sudah berlobang, berarti itu pekerjaan tidak professional,” ucapnya.

Nah ini dia kalau sudah begini siapa yang harus bertanggung jawab ? apakah akibat system yang memaksakan kehendak atau ulah Si Bonar yang ingin meraup keuntungan lalu Kabur !!!. * Edi MS

Tidak ada komentar: