Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

14 Januari 2015

Kadishub Kota Bekasi dan UPTD Parkir Bekasi Barat, Tutup Mata atas Parkiran dan Oknum Dishub merangkap Calo Paspor




KOTA BEKASI, WiP.
Lahan Parkir mulai kembali bergejolak. Bila kita buka memory tahun lalu,  sebuah perkelahian yang hanya ditenggarai karena berebut lahan parkir di GOR Bekasi dekat Kantor Walikota Bekasi, Kamis (24/1/13) malam terjadi sekitar pukul 22.00 malam saat keadaan GOR  sedang ramai orang berlalu lalang. Kejadian yang berlangsung sangat cepat. segerombolan orang Ambon turun dari angkot dengan membawa samurai dan beberapa senjata tajam lainnya mereka langsung menyerang pemuda yang menjaga parkir di tempat tersebut.

Dalam insiden tersebut satu orang tewas dibacok, korban tewas bernama Bongky, warga Kampung Cerewed, Duren Jaya, Bekasi Timur. Jasad Bongky ditemukan tergeletak di dekat rerumputan dengan luka sabetan di tangan, kaki, dan dada. . Setelah kejadian Bongky langsung dibawa ke RSUD dan bernama Agus Fadillah luka parah karena terkena bacokan yang sampai sekarang cacat phisik seumur hidup.

Untuk sekarang Juru parkir GOR bekasi memakai seragam dinas perhubungan kota Bekasi menimbulkan keresahan atas warganya. Soalnya, masyakat yang hendak memarkir kendaraannya di areal Gelanggang olah Raga (GOR) kota Bekasi yang hendak berolahraga maupun yang ingin membuat Paspor di imigrasi Klas III Bekasi merasa kuatir. Pasalnya ‘petugas’ parkir kebanyakan  merangkap Calo dalam memparkir para kendaraan bermotor dan meminta ongkos parkirnya dengan cara memaksa selain itu memilah – milah lahan parkir sehingga lahan PKL pun mulai tergusur.

Menurut Rijal (23) warga Babelan  yang tengah diareal GOR, sangat menyesalkan tindakan ‘petugas’ retibrusi yang meminta seenak aturannya sendiri kepada setiap orang yang memarkir kendaraan diareal GOR Bekasi.

“Aneh aja, masa di GOR Bekasi ada pungutan parker selain itu pintu masuk GOR bekasi dimintakan . Mintanya pake acara maksa lagi. Lagian kok  petugas Dishub yang meminta uang parkir,” kata Rijal kepada WIP, Minggu (21/12).

Hal yang sama juga dikeluhkan Fani (20) warga Bintara. Menurut wanita berlesung pipit ini, keberadaan petugas dishub di areal GOR cukup meresahkan. Selain meminta secara paksa, mereka juga mematok parkiran sebesar Rp2.000.  Padahal untuk ukuran motor pasarannya di kota Bekasi hanya Rp1.000.

“Ini sih parah. Lagian yang namanya petugas dishub biasanya  kelihatan sopan-sopan. Tapi ini sepertinya tidak. Mereka seperti preman yang diberi seragam dishub saja untuk memungut parkiran,” kata Fani.

Saat dikonfirmasikan kepada UPTD Gor Bekasi Endang mengatakan Gor tidak  menerima setoran Parkiran kendaraan dari Dishub. “ kalau pedagang ga dapat lahan parkiran bilang ja parker disuruh gw sama dishubnya” ucapnya.

Sampai saat ini Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Sobandi Budiman, tutup mata tentang kejadian di GOR Bekasi yang menurutnya sudah enggan berkomentar mengenai adanya pungutan parkir yang dilakukan ‘petugas’ dishub di areal GOR kota Bekasi.

Sementara Kepala KUPTD Parkir Bekasi Barat CORI CORNELIS BACAS, S.Sos.MM, 19580423 198603 1 005 / III c,  belum juga ada penanganan tentang penertiban parker yang memungut tanpa bahan UPTD Parkir yang sebagai dasar pelaksanaan operasional parkir

Lahan Parkir GOR Bekasi yang mendapat hasil terutama dari parkiran Imigrasi Bekasi diisukan pengelolalan Gor kota Bekasi terletak pada Dishub. Namun, pihaknya bekerja sama dengan H Fatul yang mempunyai tim di GOR dan di Gor dikoordinir oleh Andri yang mengaku pleh para PKL pegawai DISHUB Kota Bekasi. *TPM/A2TP

Tidak ada komentar: