Wartawan WIP dilengkapi dengan kartu identitas, pin, surat tugas liputan dan tercantum dalam box redaksi. Bagi yang tidak dilengkapi dengan identitas resmi dan namanya tidak tercantum dalam box, redaksi tidak bertanggung jawab

14 Januari 2015

SMP Negeri 2 CiwaruKab Kuningan, Bebankan Dana Pengurusan BSM Kepada Siswa




KAB. KUNINGAN, WiP.
Program dari pemerintah berupa bantuan siswa miskin (BSM),yang diperuntukan keluarga kata gori miskin sangat dirasakan manfaatnya,biarpun menurut warga sipenerima banyak yang tidak tepat sasaran karena tidak sesuai dengan kriteria.

Oleh karena itu diharapkan oleh masyarakat, pemerintah harus terus melakukan penyempurnaan dalam penyaluran dan melakukan pengawasan yang ketat dan memeberi sangsi berat kepada siapapun yang melakukan tindakan nakal.

Tahun 2014 ini jumlah dana BSM untuk SMP/sederajat sebesar Rp 750.000. (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),dan ini harus diterima langsung oleh siswa secara utuh,akan tetapi pada pelaksaanaan di sekelah diduga keras banyak yang memanfaatkan bantuan BSM tetsebut dengan melawan aturan.Pasalnya,

Seperti yang terjadi di SMP Negeri Ciwaru, Kec Ciwaru Kab Kuningan Jabar, siswa yang mendapatkan dana BSM sebanyak 104 siswa,namun setelah dana itu dicairkan oleh masing-masing,lalu siswa dan orang tua digiring oleh komite sekolah dikumpulkan disuatu tempat (mussola katanya),dalam riungan tersebut para orang tua siswa diminta untuk menyetorkan uang sebesar Rp.80.000. ribu kepada komite dan hal ini benar sudah terjadi.

Selain dana sebesar Rp 80 ribu yang sudah disetorkan kepada komite tersebut,pihak sekolah melalui bendahara sekolah ibu sri, menarik juga dari para siswa BSM sebesar Rp 150.000 per siswa dengan alasan untuk studi tuur,dari sebesar Rp 750 ribu dana BSM yang harus diterima murni oleh siswa,namun akibat rekayasa kenakalan komite dan pihak sekolah, siswa hanya menerima bersih  sebesar Rp520 ribu. Sementara Kepsek sedang sakit hingga tidak dapat dikonfirmasi.

Komite sekolah,saat dikonfirmasi di ruang tamu kepsek dan didampingi para guru,dengan arogan dan gagahnya mencak-mencak seperti gaya jendral dekok yang so suci dan bersih itu menantang untuk diproses hukum. Akantetapi,Ia mengaku benar melakukannya,Cuma katanya hasil musawarah dengan orang tua siswa.
Ketikaditanya untuk apa dana sebesar itu,dia mengatakan uang masih ada Rp 7,5 juta dan dia menyebut orang partai PKS sebesar Rp25.000 per siawa.Namunpihak sekolah membantah ada keterlibatanh orang PKS, terangnya.
Lebihjauh lagi, dia murang maring dan menuding orang-orang pejabat diatasnya dibiarkan melakukan kejahatan,bahkan ia menantang dan memponis para wartawan yang ujung-ujungnya keduit. Selain itu, dikatakannya bahwa dana BSM tanpa dirinya tidak mungkin cair,egonya.Dengan munculnya pemberitaan ini,diharuskan kepada lembaga dinas intansi terkaitnya dapat segera melakukan tindakan dan pelurusan untuk perbaikan kedepan sesuai dengan harapan pemerintah,sehingga tidak lagi sekolah secara kedinasan yang menjadi korban karena langkah kebijakan komite sekolah yang tidak mengikuti aturan yang sudah digariskan.*Red

Tidak ada komentar: